Jenis Cuka dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Jenis Cuka dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Cuka adalah salah satu bahan yang biasa ditambahkan ke dalam beberapa jenis masakan. Tidak hanya memberi rasa asam yang khas, tapi juga bermanfaat untuk kesehatan.

Dilihat dari bahan yang digunakan untuk membuatnya, ternyata ada cukup banyak jenisnya. Cuka dalam kemasan botol yang biasa ditemui di pasaran pun memiliki berbagai aroma, seperti buah-buahan dan rempah-rempah.

Asal usul cuka berasal dari Mesopotamia dan Mesir kuno

Cuka atau asam asetat sudah ada sejak tahun 3000 SM di daratan Mesopotamia.

Masyarakat saat itu memanfaatkan cuka hasil fermentasi sebagai bumbu masakan 

Karena banyak yang suka, kurang lebih 40 persen hasil panen gandum dimanfaatkan untuk membuat cuka.

Lain lagi dengan Mesir kuno, cuka dihasilkan melalui fermentasi rendaman gandum dengan mikroorganisme. Aroma khas cuka dari Mesir disukai juga oleh bangsa Romawi dan Yunani.

Proses membuatnya oleh bangsa Mesir kemudian dikembangkan sebagai dasar dari pembuatan cuka sampai di zaman modern.

Tentang istilah yang dipakai, cuka atau vinegar dalam bahasa Inggris, ternyata asalnya adalah istilah bahasa Prancis yaitu vin aigre.

Vin aigre artinya anggur asam (sour wine). Sampai sekarang, cuka anggur masih umum digunakan oleh koki di negara-negara Mediterania dan juga jadi bahan yang umum di restoran Prancis. Semakin matang cuka anggur, maka semakin baik pula kualitasnya.

Ada beberapa jenis yang biasa ditemukan di pasaran

Setelah mengetahui asal-usulnya, selanjutnya kita cari tahu juga tentang jenisnya yang banyak beredar saat ini. Berikut ini adalah lima jenis cuka yang biasa ditemukan di pasaran.

  • Cuka putih

Cuka putih dibuat dari bahan jagung dan juga disebut dengan cuka suling. Ini adalah cuka klasik yang biasa ditemukan di warung makan. Rasanya cukup tajam dan jarang digunakan secara langsung dalam bahan masakan.

Tapi lebih banyak yang menambahkannya untuk tambahan saus karena tidak mengubah warna. Selain untuk tambahan bahan makanan, kadang cuka putih juga dipakai untuk membersihkan berbagai peralatan.

  • Cuka apel

Cuka apel atau raw apple cider dibuat dari fermentasi apel yang berasa manis dan asam. Banyak orang mengenalnya bermanfaat untuk kecantikan.

Cuka apel punya kandungan vitamin C, potassium, prebiotik, serta kandungan yang bisa membersihkan pencernaan, melancarkan darah, dan sistem limfa tubuh.

Cuka apel dianggap lebih sehat karena bisa mengurangi keinginan untuk mengonsumsi gula berlebih.

  • Cuka Balsamik

Cuka balsamik dibuat dari bahan air anggur yang sudah berusia tua dan tidak difermentasi. Warnanya cokelat tua, rasanya cenderung manis karena asalnya dari buah anggur.

Cuka balsamik cocok untuk melengkapi rasa beberapa makanan. Menariknya, usia cuka berpengaruh pada tingkat kemanisannya. Semakin tua cuka, maka rasanya semakin manis.

  • Cuka kelapa

Cuka yang dianggap menyehatkan berikutnya adalah cuka kelapa. Kandungan di dalamnya ada vitamin C, asam amino, enzim mentah, dan potassium.

Cuka kelapa termasuk bebas kalori, jadi cocok untu yang sedang program diet kalori. Rasanya memang manis dan asam. Kamu bisa menggunakan cuka kelapa untuk campuran salad.

  • Cuka beras

Sesuai namanya, cuka beras dibuat dari bahan fermentasi beras. Rasanya juga sedikit manis. Kamu bisa menambahkan cuka beras untuk pelengkap rasa di berbagai bahan makanan.

Bisa juga ditambah ke dalam berbagai resep dressing sebagai penambah cita rasa. Ini merupakan salah satu jenis cuka yang dapat ditemukan di pasaran dan harganya terjangkau.

Mengkonsumsi cuka dalam jumlah tertentu bisa bermanfaat untuk kesehatan

Manfaat cuka memang sudah diketahui sejak zaman dahulu ketika tentara dan atlet Romawi kuno meminum air dicampur cuka untuk mengobati rasa haus.

Tapi kalau di zaman sekarang, cuka yang disebut paling banyak memiliki manfaat kesehatan adalah cuka apel.

Cuka apel bisa menyeimbangkan cairan tubuh, mengendalikan kadar glukosa dalam darah, dan mengurangi risiko stroke.

Manfaat lain untuk kesehatan adalah bagi penderita obesitas yang ingin menurunkan berat badan secara signifikan. Memang sejauh ini masih banyak dilakukan penelitian, karena jenis cuka juga bermacam-macam.

Demikianlah asal usul, jenis, dan manfaat cuka untuk kesehatan. Dengan catatan bahwa mengkonsumsi cuka tidak boleh berlebihan, karena tingkat keasamannya bisa membahayakan.

dailysia/resti

SouletZ
SouletZ Hidup Jangan Terlalu Serius Nanti Lupa Bahagia Jalani Nikmati dan Syukuri Percaya Saja Suatu Saat Kebahagiaan datang menghampiri | No Day Without Smile

Posting Komentar untuk "Jenis Cuka dan Manfaatnya untuk Kesehatan"