b9XScSiP5uprs4OZDaq3ViZP3v7bKOTFGF0XWHYM

Sedang Mengalami Ini, Mungkin Kamu Sedang Depresi

Efek Tubuh Saat Depresi

Semakin lama depresi tidak ditangani, maka efek yang ditimbulkan pada tubuh pun juga semakin parah. Sebuah studi menunjukkan seseorang yang mengalami depresi selama lebih dari 10 tahun bisa mengalami peradangan sebesar 30 persen, lebih banyak dibandingkan orang yang mengalami depresi dalam waktu singkat.

Minimnya kesadaran tentang depresi di Indonesia, membuat banyak orang tidak sadar jika penyebab penyakit yang muncul di tubuh disebabkan oleh depresi. Untuk itu, depresi perlu segera diobati karena lama-lama bisa mengancam nyawa.

  • Mengalami kenaikan atau penurunan berat badan

Orang yang depresi tentu mengalami perubahan nafsu makan yang bisa berakibat pada penurunan atau kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

Jika penambahan atau penurunan berat badan terus terjadi, maka hal ini akan menyebabkan beberapa komplikasi seperti penyakit diabetes, membahayakan jantung, memengaruhi kesuburan, hingga menyebabkan kelelahan.

  • Sakit kronis

Saat mengalami depresi, seseorang bisa mengalami sakit atau nyeri sendi, otot, payudara, hingga sakit kepala. Jika depresi tidak ditangani bisa terus memburuk dan menyebabkan penyakit kronis yang membahayakan.

Berdasarkan studi yang dilakukan pada tahun 2017, nyeri paling umum yang dialami orang dewasa ketika depresi yakni sakit pada bagian tulang belakang. Orang depresi lebih rentan mengalami nyeri punggung.

  • Penyakit jantung

Depresi biasanya akan membuat orang tidak berminat melakukan berbagai aktivitas dan malas bergerak. Akibatnya mereka akan rentan terkena penyakit jantung karena pola hidup yang tidak sehat.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan pada tahun 2015, satu dari lima orang mengalami gagal jantung karena depresi yang berkepanjangan.

  • Peradangan

Penelitian yang dilakukan menunjukkan jika depresi bisa menyebabkan peradangan dan mengubah sistem kekebalan. Orang yang mengalami depresi biasanya akan mengalami gangguan autoimun, seperti iritasi usus besar hingga diabetes tipe 2.

  • Masalah tidur

Depresi juga bisa menyebabkan gangguan tidur atau insomnia. Jika terus berlanjut, hal ini akan membuat seseorang mengalami kelelahan hebat karena tidak bisa istirahat dengan tenang.

Tidak cukup tidur juga bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, masalah terkait berat badan, hingga memicu beberapa jenis kanker.

  • Masalah pencernaan

Orang yang mengalami depresi juga mendapatkan gangguan pencernaan, seperti diare, muntah, mual, atau sembelit.

Depresi mengubah respons otak terhadap stres dengan menekan beberapa aktivitas di hipotalamus, kelenjar pituitari, dan kelenjar adrenal yang berpengaruh pada masalah pencernaan.

  • Masalah imun

Depresi bisa menyebabkan imun tidak bekerja dengan optimal. Akibatnya, kamu akan rentan terhadap berbagai penyakit seperti demam atau flu.

Sistem imun yang lemah juga bisa menyebabkan kamu lebih mudah terserang berbagai penyakit dan infeksi yang sulit disembuhkan.

  • Gejala psikomotorik

Depresi bisa menyebabkan gejala psikomotorik di mana seseorang akan bekerja dengan kecepatan yang tinggi, di sisi lain mereka juga akan mengalami kondisi lesu dan malas bergerak disertai perasaan gelisah.

  • Tekanan darah tinggi

Efek depresi pada tubuh salah satunya yakni memicu tekanan darah tinggi. Jangan anggap remeh hipertensi, sebab bisa meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.

Itu dia beberapa efek depresi pada tubuh yang jika terus dibiarkan bisa membahayakan tubuh hingga menyebabkan kematian. Jika merasa mengalami stres, perasaan gelisah, hingga kesedihan yang berkepanjangan, sebaiknya segera menemui psikiater dan berobat. Jangan biarkan depresi menghancurkan tubuhmu.

idwsforum

Related Posts
Anton Widodo
Pengangguran Tanpa Kerja Yang Terus Ingin Belajar

Related Posts

Posting Komentar