Perbedaan Vaksinasi dan Imunisasi - SouletZ
b9XScSiP5uprs4OZDaq3ViZP3v7bKOTFGF0XWHYM

Perbedaan Vaksinasi dan Imunisasi

 

Perbedaan Vaksinasi dan Imunisasi


Perbedaan vaksinasi dan imunisasi sering diabaikan karena keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit tertentu.Banyak orang sering menganggap vaksinasi dan imunisasi sebagai hal yang sama. Padahal sebenarnya vaksinasi dan imunisasi memiliki makna yang berbeda

Vaksinasi 

adalah proses pemberian vaksin melalui disuntikkan maupun diteteskan ke dalam mulut untuk meningkatkan produksi antibodi guna menangkal penyakit tertentu. 

Imunisasi 

merupakan proses dalam tubuh agar seseorang memiliki kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Imunisasi terbagi menjadi imunisasi aktif dan pasif.


Vaksinasi termasuk dalam imunisasi aktif sebagai upaya memicu tubuh mengeluarkan antibodi terhadap penyakit tertentu. Berbeda dengan imunisasi pasif yang berarti tubuh diberikan antibodi dan bukan dipancing untuk menghasilkan ketahanan tubuh, misalnya suntikan imunoglobulin. Imunisasi aktif dapat bertahan lebih lama untuk jangka panjang hingga seumur hidup, sedangkan imunisasi pasif hanya bertahan dalam hitungan minggu hingga bulan.


Cara Kerja Vaksin di Dalam Tubuh

Selain memahami perbedaan vaksinasi dan imunisasi, penting memahami cara kerjanya. Vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui vaksinasi, umumnya mengandung virus atau bakteri yang telah dilemahkan, serta protein mirip bakteri yang diperoleh dari pengembangan di laboratorium.

Kandungan vaksin menimbulkan reaksi imunitas tubuh, yang dapat mempersiapkan tubuh untuk melawan serangan infeksi di kemudian hari. Proses ini merupakan proses imunisasi dalam tubuh.

Metode pemberian vaksin dalam imunisasi berbeda-beda. Sejumlah vaksin ada yang hanya diberikan sekali untuk seumur hidup dan ada juga yang perlu diberikan secara berkala agar kekebalan tubuh terbentuk dengan sempurna. Meski lebih sering diberikan kepada anak-anak melalui imunisasi di puskesmas, sebetulnya vaksin bisa diberikan kepada orang dewasa sebagai bentuk imunisasi lanjutan, atau dengan jenis yang berbeda.

Setiap negara memiliki aturan masing-masing mengenai kewajiban melakukan imunisasi. Di Indonesia, setidaknya ada lima vaksinasi wajib yang harus diberikan melalui imunisasi, yaitu vaksin hepatitis B, polio, BCG, DTP dan campak. Di samping vaksin wajib itu ada sejumlah vaksin yang direkomendasikan pemerintah, misalnya vaksin Hepatitis A, HPV, varisela, MMR, rotavirus, influenza, tifoid, dan lainnya.


Manfaat Imunisasi pada Anak

Sampai saat ini masih banyak yang berdebat mengenai perlukah melakukan imunisasi pada anak. Jika ditelusuri lebih jauh, anak- anak yang mendapat imunisasi dasar lengkap akan terlindungi dari penyakit berbahaya. Sebab, sistem kekebalan tubuhnya akan meningkat setelah mendapat imunisasi. Di samping itu, imunisasi juga berfungsi mencegah penularan suatu penyakit dari seseorang ke orang-orang di sekitarnya.

Untuk memaksimalkan efek imunisasi pada anak, usahakan untuk selalu memenuhi kebutuhan nutrisinya, baik melalui pemberian air susu ibu (ASI) dan makanan pendamping yang sehat. Selain itu, jagalah kebersihan badan dan lingkungan agar tidak mudah terserang penyakit.

Salah satu penelitian menunjukkan, imunisasi terbukti mampu memberi perlindungan manusia dari serangan berbagai macam penyakit berbahaya. Konsultasikan lebih lanjut pada dokter, untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai.


alodokter /dr. Allert Benedicto Ieuan Noya

Related Posts
SouletZ
Hidup Jangan Terlalu Serius Nanti Lupa Bahagia Jalani Nikmati dan Syukuri Percaya Saja Suatu Saat Kebahagiaan datang menghampiri | No Day Without Smile

Related Posts

Posting Komentar