b9XScSiP5uprs4OZDaq3ViZP3v7bKOTFGF0XWHYM

Apa itu Kinestetik




Kinestetik adalah keistimewaan pada orang-orang tertentu yang lebih cepat memahami ilmu atau pelajaran dengan aktifitas dibanding membaca dan menghafal.

Misalnya saja mempelajari proses turunnya hujan. Bagi anak kinestetik, jangan disuruh menghafal kalimat demi kalimat. Tapi, dengan memberi contoh melalui gerakan-gerakan tangan pasti cepat dicerna.
Namun ada  kelemahan dari anak kinestetik, yaitu cenderung tidak bisa diam dalam jangka waktu lama Maunya bergerak terus. Dalam masyarakat, mereka cenderung disebut anak hiperaktif. Bagaimanapun, hal ini bukan perkara besar, karena seiring perkembangan usia biasanya anak kinestetik bisa lebih tenang.

Yang perlu diketahui, kinestetik bukanlah gangguan atau kekurangan dari seseorang melainkan salah satu cara kemampuan mengekpresikan diri. Dan pada anak kinestetik, level kecerdasannya berbeda-beda.  Ada yang lebih dominan, tapi ada juga yang kecerdasan fisiknya tidak unggul dibandingkan kecerdasan lain.

Area kecerdasan kinestetik terletak pada cerebellum dan thalamus, ganglion utama dan bagian otak yang lain. Korteks motor otak mengendalikan gerakan tubuh. Orang-orang dengan kecerdasan ini menunjukkan keterampilan menggunakan jari atau motorik halus.

Pada beberapa kasus, anak-anak kinestetik gemar mengulik sesuatu yang disukainya. Bila ini terjadi, maka tak perlu menerima penjelasan orang lain atau membaca manual, maka ia bisa menemukannya sendiri.

Bagi orang tua yang memiliki anak kinestetik, mungkin bisa mengikuti tips di bawah ini agar kecerdasan kinestetis anak terus terasah.
1.  Libatkan anak dalam kegiatan menarik, drama, olahraga.
2. Sediakan beragam permainan kreatif -lilin malam, tanah liat,  blok-- untuk percobaannya. 
3. Berjalan, melompat mendaki, main boling, tenis, atau bersepeda bersama.
4. Nikmati aktivitas di luar seperti permainan seluncur, ayunan, dan lainnya.
5. Berikan tugas seperti menyapu, menata meja makan, mengosongkan tempat sampah, membantu memasak, dan berkebun.
6. Libatkan dalam permainan fisik yang bersifat sosial seperti petak umpet, menebak kata dari gerakan tubuh.
7. Bermain menggunakan tubuh untuk mengekspresikan emosi seperti melompat-lompat bila gembira, mengerutkan kening bila marah, dan sebagainya.




apakabardunia
Related Posts
SouletZ
Hidup Jangan Terlalu Serius Nanti Lupa Bahagia Jalani Nikmati dan Syukuri Percaya Saja Suatu Saat Kebahagiaan datang menghampiri | No Day Without Smile

Related Posts

2 komentar