Posisi Tidur yang Baik untuk Kesehatan - SouletZ
b9XScSiP5uprs4OZDaq3ViZP3v7bKOTFGF0XWHYM

Posisi Tidur yang Baik untuk Kesehatan

Selain sangat penting bagi kesehatan, posisi tidur dapat memengaruhi kesehatan seseorang. Untuk menciptakan kualitas istirahat yang maksimal, serta kesehatan tulang punggung yang sehat, perhatikan selalu posisi tidur Anda.

Tips Posisi Tidur yang baik Untuk KesehatanSELAIN sangat penting bagi kesehatan, posisi tidur dapat memengaruhi kesehatan seseorang. Untuk menciptakan kualitas istirahat yang maksimal, serta kesehatan tulang punggung yang sehat, perhatikan selalu posisi tidur Anda.

Urusan tidur tak hanya berpengaruh pada kesehatan tulang, tapi juga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Ya, seseorang yang memiliki kualitas tidur yang baik maka tubuhnya pun akan jauh lebih sehat karena tidak rentan terhadap serangan penyakit.

Tak hanya itu saja, dengan menjalani tidur dalam posisi yang baik, kesehatan tulang belakang pun tidak akan terganggu karena Anda terbebas dari serangan sakit leher, masalah perut, dan keriput dini. Agar Anda memiliki semua kesempurnaan itu, ikuti panduannya seperti diulas Health berikut.

Posisi terbaik telentang

Posisi ini baik untuk mencegah Anda dari serangan sakit leher dan sakit punggung. Selain itu, posisi ini baik untuk mengurangi dan meminimalkan keriput serta memertahankan kekencangan payudara.

"Tidur telentang bakal memudahkan kepala, leher dan tulang belakang untuk memertahankan posisi netral. Anda tidak akan membuat tulang punggung menjadi berbentuk melengkung bak kurva," kata Steven Diamant, seorang chiropractor di New York.

Dr Olson mengatakan, "Jika kepala diangkat, perut Anda akan berada di bawah kerongkonan sehinga asam makanan tidak akan mengarah ke atas."

Posisi tengkurap

Posisi ini akan membantu mencegah keriput karena tidak ada dorongan yang menekan wajah Anda, seperti dikatakan Dee Anna Glaser, MD, seorang professor dermatologi di Saint Louis University.

Posisi ini juga tidak akan membuat payudara Anda mengendur. Namun sebaiknya pertimbangkan kembali posisi ini. "Mendengkur biasanya paling sering dilakukan ketika posisi tengkurap dilakukan," papar Dr Olson.

Menyamping, posisi terbaik lainnya

Posisi ini mencegah leher dan sakit punggung, mengurangi kebiasaan mendengkur dan posisi terbaik selama kehamilan. Sayangnya, posisi ini tidak baik untuk kulit dan payudara Anda.

Memilih posisi ini saat Anda beristirahat sangat bagus untuk keseluruhan kesehatan Anda dan mengurangi kebiasaan mendengkur serta menjaga tulang punggung Anda memanjang. Kelemahan dari posisi ini yakni dapat menyebabkan kulit Anda mengeriput. Begitu seperti dikatakan Dr Glaser.

Posisi ini juga memberikan kontribusi bagi mengendurnya payudara Anda serta terjadinya peregangan ligament, kata Roshini Rajapaksa MD selaku editor kesehatan di laman Health. Jadi, sebaiknya pertimbangkan untuk menjadikan posisi ini sebagai posisi favorit Anda saat istirahat. Kalaupun Anda sedang hamil, tidurlah mengarah ke sisi kiri.

Lantas, bagaimana untuk posisi bantal?

"Gunakan bantal tebal untuk menyangga bahu atas Anda sehingga kepala dan leher bisa dalam posisi netral," imbuh Ken Shannon, seorang terapis fisik pada Brigham dan Women's Hospital di Boston.

Posisi melengkung tidak ideal

Posisi ini baik untuk mengurangi kebiasaan mendengkur dan menjadi posisi terbaik selama kehamilan. Tapi posisi ini buruk karena dapat membuat gangguan leher dan sakit punggung serta mengurangi keriput.

"Dalam posisi ini, sikap yang tidak baik adalah Anda menarik lutut tinggi-tinggi dengan dagu terselip di dada Anda. Posisi ini akan membuat Anda rematik atau terserang gangguan sendi saat pagi hari," ungkap Dr Olson.

"Posisi melengkung ini juga membatasi pernapasan diafragma," tutup Dody Chang, seorang ahli akupunktur di Greenwich Hospital.

Tak hanya itu saja, jika Anda sering menggunakan posisi ini, maka bersiaplah dengan ancaman kerutan di wajah serta payudara yang mengendur.
 
 
Related Posts
SouletZ
Hidup Jangan Terlalu Serius Nanti Lupa Bahagia Jalani Nikmati dan Syukuri Percaya Saja Suatu Saat Kebahagiaan datang menghampiri | No Day Without Smile

Related Posts

Posting Komentar